Gugus Syuhada

October 8, 2013

Jurusan kuliah untuk bekerja di industri migas

Filed under: Oil and Gas — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 4:54 pm

Seminggu lalu di milis migas indonesia (migas_indonesia@yahoogroups.com / website : migas-indonesia.com) ramai didiskusikan tentang jurusan apa yang banyak bekerja di industri migas. Hal ini bermula dari seorang anggota yang bertanya kepada anggota lainnya yang cukup aktif menulis, tentang apa jurusan kuliahnya dahulu. Ia beralasan ingin memberi pertimbangan kepada anaknya dalam memilih jurusan kuliah yang bisa membawanya nanti bekerja di industri migas. Dari situ berkembang, tidak hanya anggota yang ditanya yang menjawab bahwa dia adalah lulusan teknik mesin namun sebenarnya semua jurusan dibutuhkan. Anggota-anggota lainnya pun ikut aktif berdiskusi, ada yang membuat daftar bagian atau bidang-bidang di industri migas diselaraskan dengan jurusan kuliah yang cocok dan yang kemudian dilengkapi oleh anggota lainnya. Ada pula yang menekankan salah satu jurusan yaitu teknik mesin atau teknik kimia lah jurusan yang paling dibutuhkan beserta data-data yang valid dan peta sebaran lulusan teknik kimia. Benarkah demikian ? Bagaimana dengan jurusan-jurusan “tuan rumah” industri migas seperti teknik perminyakan, teknik geodesi, teknik fisika, dan teknik  kelautan ? Untuk lebih lengkapnya silakan lihat langsung di milis.

Saya di sini bukan mau membahas jurusan apa yang terbaik untuk berkarir di industri migas, meskipun masih berkaitan. Saya jadi tertarik untuk melihat apa jurusan kuliah para CEO-CEO dari perusahaan operator minyak dan service (termasuk drilling). Saya berpikir dari situ mungkin bisa dilihat jika ada satu atau dua jurusan yang paling banyak dipilih oleh para CEO, bisa jadi itu adalah jurusan yang paling cocok dan berpeluang besar untuk sukses dalam berkarir di industri migas. Mungkin juga jika ada orang tua yang memikirkan sejak dini untuk anaknya jadi CEO, tidak hanya sekedar bisa bekerja di industri migas, bisa berkaca dari mereka dalam menyarankan jurusan kuliah. Namun dengan asumsi faktor-faktor selain jurusan kuliah diabaikan. Sumber dari daftar ini adalah murni internet, karena adalah umum untuk sebuah perusahaan terbuka memaparkan cv dan kompensasi para key person-nya. Berikut adalah daftarnya (updated 8 Oktober 2013) :

A. Operator company

  1. Rex Tillerson  (ExxonMobil Corp.) — Teknik Sipil  University of Texas at Austin
  2. Ben van Beurden (Royal Dutch Shell plc.) — Teknik Kimia  Delft University of Technology
  3. Robert Dudley (BP plc) — Teknik Kimia  University of Illinois
  4. John S. Watson (Chevron Corp.) — Agricultural Economics  University of California at Davis
  5. Ryan M. Lance (ConocoPhillips) — Teknik Perminyakan  Montana Tech in Butte
  6. John Hess (Hess Corp.) — Administrasi Bisnis  Harvard College
  7. Christophe de Margerie (Total SA) — Finance  Ecole Superieure de Commerce
  8. Zhou Jiping (Petrochina Ltd) — Marine Geologic Structure Nanhai Marine Research Institute of the Chinese Academy of Sciences
  9. Karen Agustiawan (Pertamina) — Teknik Fisika  Institut Teknologi Bandung
  10. Tan Sri Shamsul Azhar Bin Abbas (Petronas) — Ilmu Politik  Science University of Malaysia
  11. Viktor Alekseyevich Zubkov (Gazprom) — Jurusan Ekonomi Leningrad Agriculture Institute
  12. Hilmi Panigoro (MedcoEnergi) — Teknik Geologi  Institut Teknologi Bandung
  13. Paolo Scaroni (Eni SpA) — Ekonomi Bisnis  Universita Commerciale Luigi Bocconi
  14. Roger W. Jenkins (Murphy Oil Corp.) — Teknik Perminyakan  Louisiana State University
  15. Svein Rennemo (Statoil) — Jurusan Ekonomi  Universitet i Oslo

B. Service and drilling Company 

  1. Paal Kibsgaard (Schlumberger Ltd.) — Teknik Perminyakan Norwegian Institute of Technology
  2. David J. Lesar  (Halliburton Company) — Akuntansi University of Wisconsin-Madison
  3. Bernard J. Duroc-Danner (Weatherford International Ltd.) — Finance  University of Pennsylvania – The Wharton School
  4. Martin S. Craighead (Baker Hughes Inc.) — Teknik Perminyakan dan Gas Alam  Pennsylvania State University
  5. Ralph S. Cunningham (TETRA Technologies Inc.) — Teknik Kimia  Auburn University
  6. Jack B. Moore (Cameron International Corp.) — Keuangan dan Pemasaran  University of Houston
  7. Merrill A. Miller Jr. (National-Oilwell Varco, Inc/NOV) — Ilmu dan Teknik Terapan U. S. Military Academy at West Point
  8. Julio M. Quintana (Tesco Corp.) — Teknik Mesin  University of Southern California
  9. John T. Gremp (FMC Technologies Inc.) — Jurusan Bisnis  Lewis and Clark College
  10. David W. Williams (Noble Corp.) — Administrasi Bisnis Pemasaran  Texas University
  11. Daniel W. Rabun (ENSCO plc) — Akuntansi  University of Houston
  12. Steven L. Newman (Transocean Ltd.) — Teknik Perminyakan   Colorado School of Mines
  13. Lawrence R. Dickerson (Diamond Offshore Drilling Inc.) — Administrasi Bisnis  University of Texas
  14. Elia Massa (Elnusa Tbk.) — Teknik Sipil  Institut Teknologi Bandung
  15. Hertriono Kartowisastro (Apexindo Pratama Tbk) — Teknik Elektro  Institut Teknologi Bandung

Dari 30 orang-orang penting di atas, terdapat 15 orang yang memiliki latar belakang jurusan teknik.  Ada tujuh orang CEO berlatar belakang sarjana Teknik Perminyakan atau Geologi yang boleh dibilang merupakan jurusan inti industri migas. Diikuti Teknik Kimia sebanyak tiga orang dan Teknik Sipil dua orang. Teknik mesin, Teknik Fisika, dan Teknik Elektro diwakili masing-masing satu orang. Sisanya rata-rata berhubungan dengan bisnis, ekonomi, akuntansi atau keuangan. Ada satu orang yang jurusannya relatif jauh dengan urusan migas yaitu CEO Petronas yang memiliki gelar Sarjana Ilmu Politik. Yang menarik selain setengah jumlah dari orang-orang di atas berjurusan ekonomi adalah ada beberapa orang seperti CEO BP dan Murphy Oil, yang berlatar belakang S1 teknik, mereka juga mengambil MBA untuk kelanjutan studinya. Jadi apakah jurusan teknik perminyakan atau geologi untuk S1 (harus ITB kalau di Indonesia melihat 4 orang dalam daftar semuanya adalah lulusan Ganesha) dan Master di bidang ekonomi (MBA, finance, marketing dsj) untuk S2 adalah kombinasi yang tepat menuju karir puncak di industri migas  ? Silakan kalau mau dijadikan pertimbangan atau mungkin ada pendapat lain ?

 

Halfaya, Iraq

June 11, 2012

Bekerja di Rig Offshore

Filed under: Well Testing — Tags: , , , , , — Gugus Syuhada @ 1:16 am

Daripada sebel mantengin mivo.tv buat streaming Euro 2012 antara Italia dan Spanyol* di RCTI yang mondag-mandeg, saya sambi bikin postingan ini. Jika sebelumnya saya menampilkan penampakan bekerja di rig onshore. Maka di postingan yang ini saya beri penampakan bekerja di laut alias offshore alias lepas pantai. Dua foto pertama diambil di perairan Qatar di Teluk Persia dan foto ketiga diambil di Laut Jawa. Foto ketiga merupakah foto yang bisa dilakukan oleh well tester jika sumurnya mengalir/flowing atau tidak dry hole/tidak memproduksi hidrokarbon sehingga ada yang bisa dibakar di burner atau gas flare. Ada berbagai variasi pose dan di foto itu saya memilih pose “napas naga”.

Layout well testing

Wellhead Platform

Napas Naga

*skor akhir Italia 1 : Spanyol 1. Update dari Tempo.co bukan dari Mivo.tv.

Erbil, Iraq

June 8, 2012

Bekerja di Rig Onshore

Filed under: Oil and Gas, Well Testing — Tags: , , , , , , — Gugus Syuhada @ 12:37 am

Seperti inilah situasi kira-kira jika bekerja di rig onshore. Becek jika hujan. Temperatur terendah pada saat itu -2 derajat celcius.  Foto saya ambil di Akre, Kurdistan-Iraq, pada saat masih bekerja di sini dari atas salah satu bukit.

Rig WDI-842 di Akre

June 6, 2012

Beberapa hal menarik tentang minyak bumi (petroleum)

Filed under: Oil and Gas — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 2:14 am

Selain selalu menjadi bahan diskusi, perbincangan, alasan demo, penyebab perang, kampanye pemilu, salah satu jurusan teknik, dan lain-lain, minyak bumi memiliki beberapa hal menarik. Saya mencari dari berbagai sumber baik itu online ataupun dari buku dan inilah hasilnya :

1. Minyak bumi bukan berasal dari dinosaurus.

Ada beberapa teori mengenai asal-usul minyak bumi, seperti teori anorganik yang menyatakan minyak bumi terbentuk akibat aktivitas bakteri. Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat organik yang terkubur, dan dengan adanya aktivitas bakteri berubah menjadi zat seperti hidrokarbon. Kemudian ada teori biogenetik atau organik yang menyatakan kalau minyak bumi berasal dari fosil materi organik seperti plankton dan alga yang terkubur di dasar laut dalam jumlah sangat besar, bercampur dengan sedimen dalam kondisi anoksik dalam jangka waktu yang lama. Akibat pengaruh waktu, ribuan ataupun jutaan tahun, temperatur tinggi, dan tekanan lapisan batuan di atasnya, maka binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. Teori selanjutnya adalah gabungan dari dua teori di atas yang disebut teori duplex. Teori Duplex yang banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis organisme laut baik hewani maupun nabati. Diperkirakan bahwa minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati. Dari ketiga teori tersebut yang paling sering kita dengar adalah teori organik dan sering digambarkan materi organiknya adalah dinosaurus, padahal seperti yang disebut di atas, itu adalah plankton dan alga.

2. Cadangan minyak dunia kebanyakan adalah minyak unconventional

Attribution: RockyMtnGuy at en.wikipedia

Attribution: RockyMtnGuy at en.wikipedia

Unconventional oil  adalah minyak bumi yang diekstrak dari bumi dengan cara yang berbeda dari minyak bumi biasanya (drilling). Minyak mentah yang ditemukan dalam bentuk semi-solid dan bercampur dengan pasir dan air, seperti yang ditemukan di Athabasca oil sands di Kanada, biasa disebut bitumen. Di Kanada, bitumen adalah minyak mentah yang berbentuk seperti tar, berwarna hitam dan lengket sehingga harus dipanaskan atau dicairkan agar bisa mengalir. Venezuela juga memiliki sejumlah besar cadangan minyak di Orinoco oil sands, meskipun lebih cair dibandingkan yang di Kanada dan biasa disebut extra heavy oil.

Perusahaan minyak dan pemerintah di seluruh dunia telah melakukan investasi di sumber minyak unkonvesional karena semakin berkurangnya cadangan minyak konvensional. Meskipun begitu, produksi minyak unkonvesional memiliki proses yang kurang efisien dan berpengaruh buruk pada lingkungan dibanding minyak konvensional.

 

 

 

3. Minyak bumi menjadi sumber utama energi dunia sekitar tahun 1950-an

Karena memiliki kepadatan energi yang tinggi, kemudahan transportasi dan kesediaan yang relatif banyak, minyak bumi menjadi sumber energi paling penting sejak pertengahan 1950-an. Sebelum itu manusia menggunakan energi air dan angin, kayu dan batu bara.

4. Minyak bumi paling banyak diproduksi menjadi bensin

Dengan kata lain, transportasi adalah sektor yang paling banyak menggunakan minyak bumi. Tidak heran jika ada seruan untuk menghemat energi salah satunya adalah menggunakan kendaraan umum. Dan jika anda termasuk sobat bumi, hal ini boleh dicoba atau diterapkan.

Demikianlah beberapa hal yang saya rasa menarik untuk diketahui. Kalau anda tahu hal-hal menarik lainnya silakan tulis di komen ya.

 

 

 

 

 

Erbil, Iraq

 

June 4, 2012

Untung rugi bekerja di oil service company

Filed under: Oil and Gas, Well Testing — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 2:27 am

Postingan ini murni pendapat pribadi tanpa ada tekanan dari siapapun :). Karena kalau kata orang bule, “one man’s meat is another man’s poison”. Apa yang saya bilang keuntungan mungkin saja adalah kerugian buat orang lain. Sehingga daftar di bawah hanya mewakili saya dan bukan pekerja di oil service company pada umumnya. Kalaupun sama itu hanya kebetulan belaka (kaya disclaimer di sinetron wiro sableng saja).

 

 

+ Keuntungannya :

  • berkesempatan memiliki pekerjaan dengan tantangan yang berbeda-beda. Baik itu tempat kerja karena berpindah-pindah dari rig  atau sumur yang satu ke lainnya, dari yang di pinggir kota, tengah hutan, gurun, puncak bukit hingga ke tengah laut, ataupun teman bekerja baik itu  dari kru rig dan klien (oil company). Hal ini membuat saya harus belajar untuk cepat beradaptasi di berbagai tempat dan menghadapi berbagai macam jenis sifat orang yang sampai sekarang pun tetap saja susah. Jujur dan percaya diri adalah kunci utamanya.
  • sering jalan-jalan. Karena lokasi kerja mengikuti lokasi sumur punya klien (yang berbeda-beda) ya terpaksa saya harus sering jalan-jalan menuju lokasi kerja. Kalau beruntung bisa menikmati kota yang cantik dan hotel bintang lima.
  • bisa naik helikopter :). Ya, karena kadang-kadang sumurnya berada di tengah laut dan kalau naik kapal kelamaan.
  • flexible working hours. Meskipun kadangkala saya harus bekerja 24 jam nonstop atau lebih karena diburu waktu untuk segera buka sumur dan melakukan tes tetapi kadangkala saya juga bisa relaks 2 hari berturut-turut jika ada operasi di sumur yang tidak berkaitan dengan well testing. Intinya adalah selesaikan target kerja dengan hasil terbaik pada waktu yang disepakati, terserah mau kapan mengerjakannya.
  • Gaji yang cukup.

-Kerugiannya :

  • susah janjian karena waktu libur yang tidak bisa dipastikan. Tetapi ini tidak berarti jatah libur saya berkurang, tetap utuh misalnya 16 minggu setahun, hanya saja tidak bisa diambil sesuai kemauan kita kecuali kondisi darurat dan alasan personal misal menikah. Dan ini cukup menyebalkan karena acara pernikahan teman, reuni, kumpul-kumpul teman lama, traktiran ultah, seringkali diadakan pada saat saya sedang tidak libur :(.
  • kehidupan sosial kurang seimbang dengan kehidupan kerja.
  • tidak bisa bergereja secara tetap di hari minggu. Yang paling saya rindukan adalah kehidupan berkomunitasnya untuk saling membangun dan berbagi.
  • tidak bisa berolahraga secara rutin.*

Demikianlah sekilas keuntungan dan kerugian menjadi seorang well tester di sebuah oil service company. Tentu anda pun punya di tempat kerja masing-masing, kalau mau berbagi silakan ditulis di komen ya…

 

Erbil, Iraq

*alasan yang dibuat-buat untuk tujuan pencitraaan tampak sporty.

Gambar di atas diambil dari situs ini.

 

June 2, 2012

Beda Oil Company dan Oil Services Company

Filed under: Oil and Gas — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 3:08 am

Oil Company adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak mentah.  Contohnya yang paling terkenal adalah supermajor oil companies yaitu perusahaan minyak swasta yang tidak dimiliki oleh negara dan terkenal di berbagai media finansial di dunia. Dengan menggunakan nama dagang yang berbeda-beda di seluruh dunia, mereka adalah :

Meskipun sangat populer, grup supermajor ini hanya menguasai 5% dari total cadangan minyak dan gas dunia. Sedangkan 95% sisanya dikuasai oleh oil company yang dimiliki oleh negara dan sebagian besar berada di Timur Tengah. Financial Times pada tanggal 11 Maret 2007 mengidentifikasi New seven sisters, yaitu grup oil company paling berpengaruh berdasarkan negara di luar OECD yaitu :

Sedangkan oil service company adalah perusahaan yang menyediakan service kepada oil company dan ini berarti oil service company bukanlah perusahaan yang memproduksi minyak. Contohnya, diurutkan berdasarkan besarnya revenue pada tahun 2008 yang saya kutip dari sini, adalah :

1. Schlumberger Limited
2. Halliburton
3. Saipem
4. Transocean Ltd.
5. Baker Hughes
6. Fluor
7. Weatherford International
8. BJ Services Company
9. Petrofac
10. China Oilfield Services Ltd.

Sekarang sudah tahu kan bedanya? Kalau begitu menurut anda, Pertamina termasuk yang mana?

May 31, 2012

Surface Well Testing : Sebuah Pengantar

Filed under: Well Testing — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 1:29 am

Untuk melakukan tes sebuah reservoir dengan akurat, suatu tes haruslah dilakukan pada bagian downhole dan surface. Karena teknologi pada saat postingan ini ditulis, sependek pengetahuan saya, belumlah memungkinkan untuk dilakukan seluruh tes di bagian downhole sehingga diperlukan tes pada bagian surface  (surface testing). Untuk melakukannya, sebuah reservoir harus berada pada kondisi dinamis. Hal ini berarti reservoir haruslah “diganggu” untuk menghasilkan perubahan pressure yang akan direkam dan diinterpretasi dengan perhitungan flowrate untuk mendapatkan informasi mengenai sumur dan parameter reservoir.

“Gangguan” terhadap reservoir ini dilakukan tergantung pada kondisi apakah sumur sedang ditutup ataukah berproduksi :

  • Jika sedang ditutup untuk jangka waktu yang lama, membuka sumur atau membuatnya berproduksi merupakan cara terbaik untuk membuat perubahan pressure. Hal ini disebut drawdown.
  • Jika sumur sedang berproduksi untuk jangka waktu yang lama, perubahan pressure dilakukan dengan cara menutup sumur. Hal ini disebut buildup. Perubahan pressure pun bisa dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan flowrate pada sumur yang berproduksi/mengalir.

Pada bidang ilmu reservoir engineering, waktu dimana sumur mengalami perubahan pressure disebut dengan pressure transient. Di surface, fluida baik minyak ataupun gas pada saat pressure transient haruslah ditangani oleh satu set equipment sementara. Hal ini disebabkan karena fasilitas produksi yang permanen belumlah tersedia. Surface well testing equipment sementara ini harus bisa digunakan dengan aman untuk :

  • mengatur pressure dan flowrate di surface secara cepat dan bisa juga untuk menutup sumur
  • memisahkan effluent (fluida yang dihasilkan dari sumur) menjadi tiga bagian yaitu gas, minyak dan air dan mengukur flowrate-nya
  • mengambil sampel di surface 
  • membuang fluida yang diproduksi secara aman dan ramah bagi lingkungan.

Untuk melakukan fungsi seperti di atas, berikut adalah daftar equipment yang biasa digunakan surface well testing:

  • Flowhead
  • Choke manifold
  • Emergency Shut Down (ESD) system
  • Heat exchanger
  • Separator
  • Tangki
  • Pompa transfer
  • Manifol minyak dan gas
  • Burner
  • Pipa

Kalau sudah tidak sabar untuk mengetahui penjelasan masing-masing fungsi dan seperti apa bentuk equipment tersebut, bisa cari sendiri di  http://www.glossary.oilfield.slb.com/. Sedangkan untuk melakukan pengaturan dan pemilihan equipment yang akan digunakan minimal terdapat dua faktor yang menjadi pertimbangan yaitu :

1. Faktor lokasi

Lokasi darat atau laut (onshore/land atau offshore/lepas pantai). Perbedaan keduanya bisa dibaca postingan saya yang ini.

2. Faktor kondisi sumur

  • pressure dan flowrate tinggi
  • jenis kandungan effluent (misal jika diperkirakan akan ada pembentukan hydrate diperlukan pompa injeksi)
  • kandungan pasir
  • fluida yang bersifat korosif (H2S, CO2 dan zat asam)

Kalau ada yang mau ditambahkan atau yang dibagi mengenai pengantarsurface well testingboleh dituliskan di bagian komen di bawah.

Erbil, Iraq

May 28, 2012

Well Testing Overview

Filed under: Well Testing — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 3:26 am

Di postingan sebelumnya telah disinggung sedikit tujuan dari well testing, yaitu menjawab beberapa pertanyaan utama berkaitan dengan reservoir. Dari tiga pertanyaan tersebut, bisa ditambahkan dua pertanyaan lainnya yaitu akankah reservoir bisa mengalir dan seberapa lama reservoir akan menghasilkan keuntungan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidaklah bisa dijawab dengan menggunakan teknik logging, ataupun mud logging, corring, dan seismic. Meskipun begitu teknik-teknik tersebut menghasilkan informasi-informasi penting tentang kondisi statis dari sebuah reservoir, yaitu :

  •  Porosity : rasio antara rongga kosong terhadap volume total batuan di dalam reservoir. Bayangkan saja spongebob untuk mudahnya. Misal reservoir adalah spongebob, nah batuannya adalah yang berwarna kuning dan yang bolong-bolong  itu adalah rongga kosong. Di sinilah pentingnya porosity, untuk menentukan seberapa banyak minyak yang bisa disimpan (di dalam rongga-rongga kosong tersebut).
  • Litologi : karakteristik sebuah batuan, baik itu komposisi mineral dan strukturnya.
  • Tipe batuan : batuan dibedakan dari tingkat kekerasan dari mineral yang dikandungnya.
  • Water saturation : persentase rongga kosong yang diisi oleh air. Persentase ini berkaitan dengan persentase rongga kosong yang ditempati oleh minyak. Sehingga total water saturation dan oil saturation adalah 1.

Jika sudah tahu untuk apa itu well testing, pertanyaan selanjutnya adalah kapan well testing dilakukan? Well testing bisa dilakukan pada berbagai tahap dalam well construction, completion dan production. Jadi bisa dibilang well testing bisa dilakukan pada saat drilling, saat sedang disiapkan sebelum produksi hingga pada saat sumur sudah bertahun-tahun berproduksi, seperti yang sering saya lakukan pada saat berada di Basra.

Karena tujuan well testing adalah untuk menjawab pertanyaan, pastilah hasilnya adalah berupa data. Data-data yang didapat yang didapat dalam tahap akuisisi data adalah :

  • Flow rates (Q) : data ini didapat menggunakan surface well testing, bagian dimana saya bekerja sekarang. Agar fluida dari sumur bisa mengalir dan diukur digunakanlah berbagai macam peralatan dari dalam sumur (downhole)  hingga ke surface. Peralatan downhole  yang digunakan bisa permanen (completion) atau temporer (drill stem testing/DST).
  • Pressure dan Temperature : Initial reservoir pressure , pergerakan pressure (P) dan temperature (T) didapatkan dari nilai P dan T downhole. Nilai ini direkam melalui gauge yang diletakkan di reservoir dalam peralatan DST atau digantung menggunakan kabel wireline atau slickline.
  • Data PVT : Fluida yang dihasilkan dari reservoir diidentifikasi menggunakan Pressure, Volume dan Temperature. Data PVT ini diturunkan dari analisis lab terhadap sampel yang diambil baik di surface ataupun downhole.

Dari data-data yang didapat dalam tahap akuisisi, dalam tahap selanjutnya dilakukan interpretasi untuk evaluasi sehingga bisa dilakukan kalkulasi untuk menghasilkan informasi yang pada akhirnya digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan besar di atas. Karena well testing interpretation adalah tahap tingkat lanjut dan saya berjanji akan menulis hal yang tidak berat maka tahap interpretasi tidak saya perpanjang.

Cukup menarik bukan apa yang bisa kita kerjakan dalam well testing secara garis besar. Akan lebih menarik lagi jika kita nanti masuk ke tahap detailnya. Banyak hal yang akan kita pelajari dan bisa kita terapkan bahkan dalam kehidupan keseharian kita. Semoga cukup menjelaskan, jika ada yang mau ngobrol-ngobrol bisa juga melalui email yang bisa dilihat di About me atau follow twitter saya di @gugussyuhada.

May 25, 2012

Well Activities (Aktivitas sebuah Sumur)

Filed under: Well Testing — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 6:35 am

Ceritanya kan saya ngaku-ngaku sebagai well tester nih, tapi tulisan saya di blog ini belum ada yang menjelaskan apapun tentang dunia minyak selain sedikit cerita kehidupan yang saya alami di beberapa tempat kerja di industri perminyakan. Untuk itu agar afdol, saya mau memulai seri tulisan yang agak serius, yang menjelaskan tentang industri perminyakan. Di sini saya berusaha agar tidak sotoy dan tulisannya tidak berat. Istilah-istilah yang menggunakan bahasa Inggris, akan tetap saya tulis dalam bahasa Inggris dengan alasan istilah-istilah tersebutlah yang digunakan dalam prakteknya meskipun di Indonesia sekalipun. Pertama-tama (kayak pembukaan pidato era Pak Harto), saya akan menggambarkan secara garis besar darimana industri ini berawal dan akan berakhir. Sebenarnya akan lebih membantu jika ada ilustrasi, tetapi saya tidak terlalu jago menggambar jadi untuk saat ini cukup tulisan saja dulu. Kalau ada teman-teman yang membaca tulisan ini dan mau membantu saya dalam membuat ilustrasi kontak saya ya (lihat di about)

1. Seismic

Aktivitas ini merupakan awal dari segalanya. Tujuannya untuk menentukan dimanakah lokasi yang kemungkinan mengandung minyak bumi atau gas dengan cara membuat suatu gelombang akustik dengan bahan peledak misalnya, yang nanti akan memantul dari setiap lapisan perut bumi untuk diterima oleh sensor-sensor. Hasil rekaman sensor-sensor tersebut kemudian akan dinterpretasi oleh komputer.

2. Drilling and Well Construction

Setelah lokasi yang kira-kira mengandung minyak atau gas diketahui, maka aktivitas selanjutnya adalah drilling (pengeboran) yang dilakukan dengan menggunakan rig. Drilling bisa dibilang sebagai satu-satunya cara untuk memastikan bahwa di dalam lokasi yang sudah ditentukan itu memang benar terdapat minyak atau gas. Selain drilling, ada beberapa aktivitas lain yang dilakukan di rig seperti completion, production testing, sidetracking dan reconditioning well. Untuk istilah-istilah yang bercetak miring akan dijelaskan lebih lanjut nanti.

3. Well Logging

Logging dalam bahasa inggris berasal dari kata “log”  yang digunakan untuk mengartikan “merekam” atau “mencatat”. Terus apa yang dicatat atau direkam ? Di antaranya adalah pengukuran fisik sumur baik dari dalam ataupun sekitarnya. Logging dilakukan dengan cara memasukkan suatu alat perekam ke dalam sumur dan mentransmisikan datanya melalui wireline (kabel yang dibalut dengan kawat seperti sling) ke atas untuk direkam oleh komputer.

4. Well Testing

Nah sampai juga ke bagian aktivitas yang cukup akrab karena sering disebut di dalam beberapa tulisan sebelumnya. Aktivitas ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari klien (oil company) seperti :

  • Seberapa besar reservoir yang saya punya ? Yang sanggup berproduksi hingga 20 tahun ? 10 tahun atau cuma 1 tahun ?
  • Seberapa besar sumur ini akan berproduksi ? 1000 barel per hari ? 100 barel per hari ? atau berapa ?
  • Apa yang diproduksinya ? Minyak kah, gas kah, atau apa ?

Sehingga bisa disimpulkan secara sederhana tujuan dari well testing. Yaitu mendapatkan data untuk memprediksi ukuran sebuah reservoir, menentukan kemampuan produksi sebuah reservoir, dan mengidentifikasi apa yang diproduksi sebuah reservoir. Tahap inilah yang akan menjadi fokus saya untuk dijelaskan lebih detail.

5. Well Completion

Pada tahap ini aktivitas yang dilakukan adalah menyiapkan sebuah sumur agar bisa berproduksi dengan baik dan aman. Aktivitasnya meliputi perforasi, memasukkan dan meletakkan tubing di dalam sumur, mengeset packer, menempatkan tubing hanger dan christmas tree. Pohon natal ? Yup, sebenarnya sih semacam kumpulan valve yang digunakan untuk mengatur aliran sumur.

6. Artificial Lift

Suatu sistem yang digunakan untuk membantu sumur yang masih memiliki minyak tapi tidak punya cukup “energi” untuk mengalir ke atas. Sistem yang digunakan bisa berupa gas lift atau pompa. Kalau teman-teman pernah lihat film hollywood yang berseting di Texas mungkin pernah melihat pompa seperti kepala kuda yang mengangguk-angguk. Itu merupakan salah satu contoh selain pompa-pompa canggih terbaru yang ditanamkan di dalam sumur.

 

 

 

 

7. Production

Tahap ini merupakan tahap terakhir sebuah sumur, dimana minyak atau gas dialirkan melalui completions menuju fasilitas produksi untuk dijual secara komersial sampai suatu saat sumur ini tidak bisa mengalirkan apa-apa lagi.

Duhok, Iraq.

May 22, 2012

Jika seorang well tester sedang galau

Filed under: Well Testing — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 4:16 am

Dengan bekerja jauh dari rumah dan keluarga, baik istri maupun orang tua. Saya tentu saja bisa galau. Bayangkan saja, berpisah minimal enam minggu dengan komunikasi yang terbatas email, chatting via yahoo messenger, sms, ataupun skype. Beruntung sekarang ada bbm sehingga lebih mudah, murah dan tidak tergantung koneksi internet. Saya tidak bisa melihat sehari-hari wajah istri saya, ngelus-elus rambutnya yang besar, pegangan tangan kalau lagi jalan (yang ada cuma pegangan handle choke manifold atau hammer), atau sekedar cium pipinya ketika bangun pagi hari (duuuh, nyesek sendiri nulis gini). Tetapi sudahlah saya musti move on. Saya musti bisa menghilangkan kegalauan hati ini dengan berbagai cara. Berikut ini adalah cara-caranya :

1. Nonton film

Tidak seperti jika berada di kota yang bisa dengan mudahnya pergi ke bioskop, pilih film terbaru yang cocok dengan selera, beli tiketnya, tunggu waktu main dan duduk nonton.  Di rig, yang bisa saya lakukan adalah nonton film di laptop pembagian  kantor yang tentu saja sudah dilengkapi berbagai macam software movie player  beserta codec-nya.  Filmnya bisa berasal dari koleksi yang ada di hard disc portabel (lihat post saya sebelumnya tentang 10 things a well tester must have) yang cukup banyak karena sering tukar-tukaran koleksi dengan well tester lainnya atau teman-teman yang dijumpai di rig. Bisa juga berasal dari DVD film bajakan yang dibeli di glodok. Kalau mau murah bisa beli langsung seratus biji dengan harga 2500 perak saja, dengan satu syarat tidak bisa dicoba. Yaiyalah, mau berapa jam nyobanya? Dari banyaknya koleksi yang dipunya, saya berusaha menghindari film-film romantis (U know why) dan berusaha menonton film-film aksi atau dokumenter sekalian. Dan saya paling suka menonton film seri, karena pembunuh waktu yang efektif, saking efektifnya bisa merusak jam tidur dan musti dihindari jika sedang rig up atau rig down.

2. Baca buku / novel

Saya seringkali menghabiskan baca satu buku utuh jika berada di rig daripada di rumah pada saat off. Contohnya saya menghabiskan Nagabumi 1 dan 2 di Iran, semua buku Malcolm Gladwell yang diterbitkan Gramedia, Biografi Steve Jobs, History of the Arabs, Anak Desa (Biografi pak Harto), dan lain-lain. Kok ga ada buku tentang well testing ? Yaah, lagi galau masa disuruh belajar.

3. Ngobrol dengan teman-teman dari perusahaan lain

Jika beruntung, biasanya bisa bertemu dengan orang dari Indonesia atau serumpun, Malaysia. Jadi bisa berasa di negeri sendiri dan ga perlu mikir sebelum ngomong pakai bahasa inggris. Obrolannya bisa ngalor ngidul, mulai dari kerjaan, pengalaman-pengalaman kerja yang kadang-kadang lucu, membanggakan, menyeramkan atau sedih, tentang politik, usaha yang dimiliki, dan keluarga. Kalau sudah ngomong tentang keluarga saya bisa jadi ingat rumah dan istri, dan terpaksa saya mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik-topik lain. Kalau tidak berhasil, sudah saatnya mengeluarkan alasan klasik dengan cara pura-pura menguap dan bilang sudah mengantuk. Lagi-lagi, orang sudah galau kok diingetin tentang keluarga. Move on dong.

4. Bersih-bersih kontainer atau area testing

Meski ini jarang dilakukan, tapi cukup efektif juga menghilangkan rasa galau di hati. Selain itu bikin tempat kerja jadi rapi dan bersih.

5. Main game

Karena tidak terlalu suka game berat, maksimal need for speed, biasanya cukup game-game ringan seperti Zuma revenge, bounce,feeding frenzy, pizza frenzy dan sejenisnya. Yah maklum udah tua, game-nya game jadul. Atau juga bisa main catur meski harus cari lawan main terlebih dahulu. Kalau dulu sih, bisa maen gaple atau remi karena semuanya suka main kartu.

Kelima cara di atas adalah yang biasanya saya lakukan. Tetapi ada juga cara-cara lain yang saya dapat dari teman-teman yang lain, yaitu :

  • Browsing internet. Bisa tentang hobi masing-masing misal mobil dan info-info seputarnya, situs jejaring sosial dulu friendster atau orkut tergantung asal negara, sekarang facebook dan twitter. Inipun kalau beruntung dapat koneksi internet. Saya ada teman, yang bisa hanya buka facebook dan bermain-main dengannya 10 jam terus-menerus.
  • Foto-foto. Jika punya hobi fotografi dan kamera.
  • Otak-atik excel atau macro-nya. Sangat-sangat positif. Wajar saja sekarang teman ini sudah jadi manajer.
  • Merokok atau shisha.
  • Memancing. Ada beberapa rig yang mengijinkan selama itu dilakukan pada jam-jam off shift. Biasanya hasil pancingan diserahkan tukang masak dan dihidangkan pada saat jam makan. Dan ikan yang benar-benar segar (hanya beberapa jam dari dipancing) ternyata sangat-sangat dahsyat rasanya saudara-saudara mau dimasak dengan cara apapun.
Sekianlah berbagai cara yang biasa saya dan teman-teman lakukan jika sedang galau tapi tidak bisa pulang dengan mudahnya. Sekarang pertanyaannya, apakah cara-cara di atas berhasil ? Ah, kayak yang tidak pernah galau saja.

 

Duhok, Iraq.

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: