Gugus Syuhada

January 14, 2014

Jenis-jenis rig pengeboran offshore

Filed under: Oil and Gas — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 6:11 pm

Sekitar 25% minyak dan gas dunia yang diproduksi sekarang berasal dari lapangan offshore (lepas pantai)  seperti North Sea dan Gulf of Mexico. Meskipun memiliki prinsip yang sama dengan pengeboran di darat, ada beberapa penyesuaian tertentu pada prosedur and peralatan yang digunakan untuk mengatasi bahaya dari lingkungan yang menantang dan berat. Berbagai macam rig offshore dibagi berdasarkan kedalaman air dimana rig tersebut bisa beroperasi. Berikut adalah pembagiannya :

Rig vs water depth

1.  Rig Darat

Rig ini beroperasi di darat. Tidak dibahas detail di postingan ini. Perbedaan dengan rig offshore bisa dibaca di sini.

2.  Barge/kapal tongkang

Kapal berpermukaan datar dan rata, mengapung di perairan dangkal yang dilengkapi dengan rig pengeboran. Biasa beroperasi di perairan dangkal seperti sungai atau laut dangkal.

3.  Jack up Rig

Rig yang memiliki tiga kaki yang bisa digerakkan ke bawah hingga dasar laut untuk menopang rig pengeboran di suatu posisi yang tetap. Jack up rig didesain untuk beroperasi di lautan hingga kedalaman 350 feet (107 meter). Beberapa foto rig jenis ini bisa dilihat di sini.

4.  Fixed platform (steel jacket)

Fixed platform  adalah jenis platform offshore yang digunakan untuk produksi minyak atau gas. Platform ini dibangun pada beton dan / atau kaki baja yang berpondasi langsung di dasar laut. Platform ini bisa dimuati dek dengan ruang untuk rig pengeboran, fasilitas produksi dan akomodasi personel.

5.  Rig Semi-submersible

Rig Semi-submersible adalah rig yang tidak memiliki penopang di bawah tetapi mengapung di air (rig seperti ini biasa disebut “floaters”). Rig ini bisa beroperasi di kedalaman laut hingga 3500 feet (1007 meter).

6.  Drillships

Untuk pengeboran di kedalaman laut hingga 7500 feet (2286 meter) digunakanlah drillship.

 

Serpong, Tangerang

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: