Gugus Syuhada

September 6, 2013

Hari kesebelas : Kuala Lumpur-Jakarta

Filed under: Traveling — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 8:45 am

Hari terakhir liburan ­čśŽ Pesawat kami berangkat pukul 11.45. Untunglah agak siang. Jadi kami bisa menyempatkan diri ke Batu Cave. Dimana terdapat patung Dewa Murugan tertinggi di dunia. Dewa ini adalah dewa pelindung orang Tamil, orang India yang banyak berada di Malaysia. Pagi-pagi sekitar pukul setengah enam kami sudah berjalan keluar hotel. Setelah beli tiket, kami menunggu setengah jam kereta ke arah stasiun Batu Cave. Ketika kereta tiba, tidak banyak orang yang naik atau turun dari kereta. Relatif kosong juga di dalam kereta, mungkin karena hari minggu dan masih pagi atau jurusan Batu Cave tidak banyak yang menggunakan. Setelah kereta berjalan setengah jam, tibalah kami di tempat tujuan.
Kami foto-foto baik di depan dewa Murugan, Hanuman dan area-area yang kami pandang cukup bagus sebagai objek foto. Karena sudah sampai di sini, rasanya tidak lengkap jika tidak naik 272 anak tangga ke kuil yang ada di dalam gua di tengah bukit karang tersebut.


Pada saat jam menunjukkan pukul 8 pagi kami sudah berada di dalam kereta lagi untuk kembali ke KL Sentral. Pada saat tiba kami bergegas ke hotel, check out dan kembali lagi ke stasiun. Karena sudah beli tiket ke LCCT, kami langsung menuju peron. Hampir saja kami tertinggal dan harus menunggu kereta berikutnya. Meskipun pintu kereta udah tertutup ada petugas yang baik hati menekan tombol pintu darurat sehingga pintu terbuka kembali untuk sementara agar kami bisa masuk. Fyuuh… Tiba di stasiun Salak Tinggi kami naik bus ke LCCT. Check in, ke imigrasi dan masuk ruang tunggu. Pesawat berangkat tepat waktu sehingga kami bisa sampai ke rumah untuk makan siang di rumah makan padang. Nikmatnya…

 

Serpong, Tangerang

 

Advertisements

August 31, 2013

Hari kesepuluh : Kuala Lumpur

Filed under: Traveling — Tags: , , — Gugus Syuhada @ 7:53 pm

Hari ini kami telat bangun entah karena sudah terlalu lelah atau sudah malas kangen pengen pulang. Yang jelas pukul sepuluh kami baru keluar hotel dan segera mencari tiket buat ke genting highland dari KL sentral. Sialnya kami dapat tiket untuk pukul dua belas siang. Sekitar 1,5 jam kami harus menunggu. Waktu menunggu kami manfaatkan untuk makan, jalan-jalan keliling stasiun dan kembali ke hotel untuk mengambil tablet yang bisa kami gunakan menghabiskan waktu selama di bus dalam perjalanan ke genting highland yang memakan waktu satu jam.
Tepat pukul dua belas kami berangkat ke Genting Highland. Kami mendapatkan kursi paling belakang, suara dan getaran mesin, guncangan ketika ada lubang atau polisi tidur, dan bantingan ketika berbelok atau menikung sangat terasa. Untung saja kami tertidur selama perjalanan, sehingga tablet yang kami bawa tidak berguna. Bahkan saat tiba di Genting Highland, kami belum bangun. Setelah setengah penumpang sudah turun kami baru tersadar dan buru-buru berdiri untuk turun dari bis. Tiket bis seharga 10,3 ringgit yang kami beli sudah termasuk tiket skyway cable car. Sehingga kami langsung antri untuk naik cable car. Pada saat naik cable car, pemandangannya sungguh bagus. Saat itu hujan, dan hutan ditutupi kabut. Seperti ini :

DSC_2486

Tiba di Genting Highland, kami jalan-jalan berkeliling untuk lihat-lihat. Saya berpikir dulu di Genting hanya ada kasino dan si Ay cuma tahu kalau Genting itu seperti dufan. Ternyata Genting selain dua fungsi itu, casino dan theme park baik indoor maupun outdoor terdapat juga hotel, arena, mall, restoran, dan taman nasional. Tetapi kami hanya sekedar jalan-jalan. Tidak bermain, tidak belanja tidak juga berjudi. Hanya makan di Eatry kemudian pulang menggunakan cable car dan bus. Pukul 17.30 kami sudah di hotel lagi.
Keluar hotel untuk foto di depan Petronas twin tower. Pukul 18.15 kami naik monorel dan turun di stasiun bukit nanas. Saya ingat, tahun 2005 pertama kali direkrut oleh Schlumberger ada training OFS-1 di KL. Menginap di hotel Renaissance, yang jaraknya tak terlalu jauh dari stasiun Bukit Nanas. Oh that good old time days.

20130906-073358.jpg

Selesai sesi foto-foto sekarang saatnya makan malam. Kami sebenarnya rencana ke Jalan Alor. Karena hujan, pada saat turun dari stasiun Bukit Bintang, kami langsung berjalan dan masuk ke low yat plaza untuk berteduh. Ternyata lapar tidak bisa ditunda, kami pun makan di dalam plaza. Nasi lemak dan teh tarik. Sedap. Lucunya saat pulang, kami bermaksud mencari stasiun Bukit Bintang, karena salah pintu keluar kami malah menemukan Jalan Alor. Memang banyak sekali penjual makanan di situ. Duh, sayang sekali. Perut kami sudah kenyang dan badan lelah pengen tidur. Gak pake lama, setiba di hotel, kami mandi dan mencampakkan diri di kasur dan tertidur hingga pagi.

Kuala Lumpur, Malaysia

August 30, 2013

Hari kesembilan : Kuala Lumpur

Filed under: Traveling — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 6:14 pm

Saatnya pindah negara. Herannya, kami baru sadar kami selalu pindah negara menggunakan pesawat pagi. Huaam, ngantuk. Untung hotel yang kami tinggali di Hanoi cukup baik. Mereka menawarkan kalau kami sudah bisa sarapan mulai dari pukul 6.10 padahal normalnya sarapan baru siap pukul 6.30. Mereka juga telah memesankan taksi untuk mengantarkan kami ke bandara. Menu sarapannya enak juga, nasi goreng vietnam, pao, roti, sereal dan buah-buahan tropis. Pukul 6.30 kamipun berangkat ke Noi Bai Airport. Setiba di airport kami sempat salah konter karena tidak diturunkan di terminal buat airasia. Sehingga kami harus mencarinya sendiri. Untung saja bandaranya tidak terlalu besar dan penumpangnya tidak terlalu banyak. Dan yang paling menyenangkan pesawat berangkat tepat waktu. Sehingga 3,5 jam perjalanan bisa mulai dihitung mundur. Selamat tinggal Hanoi, selamat datang Kuala Lumpur.
Di KL, kami mendarat di LCCT atau Low Cost Carrier Terminal. Gerimis menyambut kedatangan kami pada saat turun dari pesawat dan berjalan menyusuri koridor menuju gate kedatangan internasional untuk antri di imigrasi. Tak lama kemudian kami memdapat cap, diizinkan tinggal selama 30 hari dan tidak bekerja. Selepas mengambil bagasi kami bertanya ke informasi, bagaimana cara menuju KL Sentral. Mereka menjelaskan kami bisa membeli tiket bus plus kereta yang berhenti di stasiun KL Sentral. Dengan berbekal petunjuk tersebut kami mendapatkan konter bus yang dimaksud. Setengah jam di dalam bus akhirnya berlalu hingga kami tiba di stasiun KL sentral. Stasiun utama ini sangat ramai, karena dari namanya saja sentral sehingga hampir semua jalur kereta melalui stasiun ini. Baik itu monorail atau KTM/Metro. Kami mengikuti papan penunjuk ke arah monorail atau Brickfields. Ternyata di luar hujan sangat deras dan kami belum tahu pasti lokasi hotel. Dari peta dan alamat di Agoda.com lokasi hotel sentral hanya seraatus meter dari stasiun monorail sentral. Jadi kami harus berjalan mengikuti papan petunjuk ke arah stasiun monorail. Untunglah ada koridor yang beratap sehingga kami tidak basah kehujanan. Tiba di stasiun monorel kami tanya pakcik security yang menunjukkan arah di mana letak hotel sentral. Benar saja lokasinya sangat-sangat dekat.
Sampai di hotel ternyata kamar kami belum disiapkan. Padahal sudah pukul 14.30 dan waktu check in adalah pukul 14.00, kami disuruh menunggu sekitar setengah jam. Setelah setengah jam, kami belum juga dipanggil. Sayapun mendatangi resepsionis, ternyata dia lupa kalau kamarnya sudah disiapkan. Tapi tempat tidurnya dua single bed, saya menolak dengan alasan kami pesan satu double bed. Kemudian meminta kami menunggu lagi sekitar 10 menit. Setelah lima belas menit, kami pun dihampiri dan dijelaskan kalau kami mendapat free upgrade kamar yang lebih besar karena kamar standard double bed sudah penuh. Hore, blessing in disguise. Buru-buru kami masuk kamar, mandi dan beristirahat.
Malamnya kami pergi ke kampung baru menggunakan monorail, jadi ingat Jakarta semoga Pak Jokowi dan Koh Ahok bisa segera mewujudkan hal yang sama. Kampung Baru menurut buku petunjuk merupakan daerah yang memiliki banyak tempat makan. Tetapi kami curiga karena di stasiun Medan Tuanku, stasiun terdekat ke kampung baru, tidak banyak yang turun. Dan benar saja dugaan kami, di area papan petunjuk arah kampung baru memang banyak tempat makan seperti pujasera, hanya saja lebih banyak yang tutup dibandingkan yang buka. Kami pun kembali ke arah stasiun dan memutuskan mencari makan di Bukit Bintang. Pada saat turun di stasiun Bukit Bintang, kami menemukan ada pintu menuju Sungei Wang Plaza. Dimana Si Ay bisa menemukan toko tas dan sepatu merek asli Malaysia, Vincci. Kami pun pusing-pusing mencari outlet Vincci di dalam plaza, karena tak kunjung menemukannya kami menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh coklat, piring dan miniatur Twin Tower. Setelah beberapa kali naik turun eskalator dengan panduan peta akhirnya kami menemukan Vincci. Benar saja ramai sekali toko ini. Selain sedang ada diskon,mungkin ini merek favorit juga di sini. Si Ay membeli dompet untuk ganti dompet lamanya yang sudah rusak yang kebetulan bermerek sama, hadiah dari mamanya yang pernah ke KL. Selesai belanja kami pergi cari makan, sebenarnya ingin makan nasi lemak tapi kita belum tahu lokkai tempat makan nasi lemak yang enak. Saat kami lihat peta plaza ada tempat makan ayam penyet Ria, dan di situlah kami makan malam. Masakan asli Indonesia di Malaysia.
Pada saat pulang ke hotel, di jalanan depan hotel terdapat keramaian dan tiba-tiba setelah bunyi petasan yang cukup keras terdapat kembang api yang cukup besar dan lama. Dilanjutkan arak-arakan dan karnaval berbagai barongsai dan naga. Terus orang-orang bermake up seram yang mulutnya ditusuk-tusuk dengan berbagai benda tajam, ada tombak, pisau, peniti, jarum, anting-anting dan lain-lain. Arakan-arakan terus berlangsung dan kami masih tidak mengerti sebenarnya ada acara apa. Setengah jam berdiri menonton kami pun kembali ke hotel meninggalkan arak-arakan yang masih berlangsung. Karena penasaran, kami pun bertanya ke resepsionis ada perayaan apa. Dia menjawab itu adalah ghost festival. Dirayakan setiah hari ke-14 bulan ketujuh kalender china yang biasanya jatuh di bulan Agustus. Berikut beberapa fotonya.

Kuala Lumpur, Malaysia

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: