Gugus Syuhada

August 25, 2013

Hari keempat : Bangkok

Filed under: Traveling — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 7:43 pm

Hari terakhir di Bangkok. Pagi hari kami mulai dengan sarapan yang agak berat karena kami berangkat ketika matahari sudah lumayan tinggi, sekitar pukul sepuluh. Rute hari ini adalah museum house Jim Thompson, MBK center, Siam Discovery, Madame Tussauds, dan menonton pertandingan Muay Thai atau kick boxing. Setelah selesai sarapan, dengan menghunakan ‘Bi Ti Et’ atau BTS kami tiba di stasiun National Stadium. Rumah museum Jim Thompson itu hanya sepelempar batu saja dari stasiun tersebut. Harga tiket untuk tur masuk sebesar 100 baht. Tersedia tur dengan pemandu berbahasa inggris, perancis, arab, china, jepang, dan saya lupa apa lagi. Jika hanya foto-foto di taman dan di luar ruangan serta ke ruangan pameran/toko sutera Thailand tidak dikenakan biaya.
Secara singkat, Tim Thompson ini orang amerika yang pindah ke Thailand untuk mengenalkan sutera Thailand ke dunia dan mendirikan perusahaan sutera Thailand yang pertama. Dia adalah seorang arsitek, dan museum rumah yang kami kunjungi adalah bekas rumahnya. Dia mendesain sendiri rumah tersebut karena terinspirasi dari rumah tradisional Thailand. Di dalam rumahnya tersebut banyak koleksi-koleksi yang dia kumpulkan seperti lukisan dari abad 18, patung budha dari abad 7, porselen antik china baik untuk alat makan seperti piring, cangkir, teko, dan tempat duduk. Salah satu yang bikin penasaran adalah Jim Thompson ini menghilang pada saat berada di pedalaman hutan Malaysia. Dan sampai sekarang tetap menjadi misteri apa penyebab dia menghilang. Beberapa teori menyebutkan dia dimakan binatang buas, dia diculik, atau dia terjatuh di jurang. Tapi masing-masing teori tidak mempunyai bukti yang kuat sehingga tidak satupun yang bisa menjelaskan proses menghilangnya dia.

Dari rumah museum, kami berjalan ke MBK center, yang mirip-mirip ITC di Jakarta. Setelah berkeliling sebentar kami menyeberang ke mall Siam Discovery menggunakan jembatan penyebrangan yang terintegrasi dengan stasiun BTS. Di mall ini terdapat museum lilin terkenal, apalagi kalau bukan Maddame Tussaud-Bangkok. Kami sempat shock karena harga tiket masuk ke Maddame Tussaud cukup mahal yaitu 800 baht per orang. Demi memuaskan rasa ingin tahu, akhirnya kami nekat membelinya. Di dalamnya kami foto-foto bersama para patung lilin orang-orang terkenal. Tujuan utama pada umumnya turis ke maddame tussaud.
Agar semakin lengkap liburan di bangkok, kami mencari info bagaimana dan dimana bisa menonton Muay Thai. Info yang kami dalat Ada dua stadion yang biasa menyelenggarakan pertandingan Muay Thai secara bergantian, Lumpini stadium dan Rajadamnern stadium. Sehingga setiap hari selalu ada pertandingan. Kemarin malam kami sebenarnya melewati Lumpini stadium dan sedang dilangsungkan pertandingan, tetapi kami tidak masuk. Sehingga untuk hari ini, pertandingan dilangsungkan di Rajadamnern stadium yang dimulai pukul setengah tujuh sore. Kami juga mendapatkan info kalau harga tiket berkisar 300-500 baht. Tetapi setelah tiba di stadion, banyak terdapat orang-orang berjaket warna-warna cerah bertuliskan Muay Thai atau kick boxing. Orang-tersebut juga membawa segepok tiket dan brosur seperti ini :

Mereka mencegat sebelum kita sempat mendekati loket tiket resmi yang sepi, dan menerangkan kalau ada tiga kelas tiket yaitu pertama duduk di kursi di pinggir ring seharga 2000 baht, berdiri di tengah berjarak 10 meter dari ring seharga 1500 meter, dan berdiri sejauh 20 meter dari ring seharga 1000 baht. Tidak cukup rasanya buat mereka kalau kami baru saja dibikin shock oleh harga tiket Maddame Tussaud. Kami pun menenangkan diri dengan duduk-duduk di undak-undakan sambil berpikir. Akhirnya kami pun memutuskan menonton dengan duduk yang berarti 2000 baht perorang. karena sudah tidak memiliki uang cash, kami pun menuju loket untuk transaksi menggunakan kartu kredit. Dan ternyata di situ tertera dengan jelas, layout posisi masing-masing kelas tiket, kalau semuanya duduk. Hanya saja kelas 1500 dan 1000 duduk di undak-undakan bukan di kursi dan jarak ke ring lebih jauh. Fyuh ada gunanya juga menenangkan diri tadi. Jadi tiket 1000 baht pun bisa duduk dan tidak parah-parah amat pandangan pertunjukannya. Jika memiliki kesempatan menonton lagi, kelas tiket 1500-lah posisi menonton yang ideal. Dan ramah kamera atau mudah memotret. Hanya saja jangan merekam dengan kamera video, karena dilarang. Mungkin sebab pertandingan disiarkan secara langsung melalui televisi yang berarti sudah ada pemilik hak siarnya.


Sesuai yang ada di brosur ada 9 pertandingan, masing-masing lima ronde, per ronde 3 menit, dan istirahat 2 menit. Jadi per pertandingan memakan waktu setengah jam termasuk ritual sebelum bertanding yang seperti berdoa dan sedikit gerakan menari. Pertandingan yang ditunggu-tunggu adalah pertandingan ke tujuh. Selain kelasnya paling berat, petarungnya berasal dari Jerman dan Perancis, sehingga turis-turis dari negara bersangkutan akan heboh mendukung negaranya. Dari sembilan pertandingan, kami hanya menonton tujuh sebab kami besok harus bangun pagi dan terbang ke Hanoi. Beberapa foto yang kami dapatkan selama pertandingan :

Bangkok, Thailand

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: