Gugus Syuhada

August 29, 2013

Hari kedelapan : Halong Bay-Hanoi

Filed under: Traveling — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 6:21 pm

Hari ini acara kering, tidak ada acara basah-basahan lagi. Kami hanya berkunjung ke goa dan belajar membuat lumpia vietnam. Kami berangkat ke goa pukul 8.30 setelah sarapan menggunakan kapal kecil. Sesampai di sana, masih saja kami terkagum-kagum. Selalu ada hal baru yang membuat kami geleng-geleng kepala. Langsung saja ke TKP :

So Sit Cave

Sekembali dari goa, kami belajar membuat lumpia yang sangat gampang tapi sangat enak rasanya.

Sekitar pukul 11.30 kapal bergerak menuju arah dermaga untuk menurunkan kami yang harus meninggalkan Halong Bay yang indah ini menggunakan bus. Perjalanan terasa sangat lama dan sedikit mengharukan (setidaknya buat kami) karena harus berpisah dengan tempat yang begitu menakjubkan ini. Pukul lima sore kami sudah berada di hotel lagi, hotel yang berbeda dari hotel yang kami inapi pertama tiba di Hanoi. Tidak disangka hotel Angel Palace yang kami pesan menggunakan agoda.com meskipun murah ternyata sangat bagus. Pelayanannya juga memuaskan. Yang unik adalah interior di dalam kamar, walpapernya bermotif kulit buaya.

Setelah bebersih sebentar, kami langsung keluar untuk menuntaskan misi foto kami di depan literature temple dan one pilar pagoda. Sayang seribu sayang, literature temple sudah tutup, area one pillar pagoda sangat gelap. Walhasil kami hanya dapat foto alakadarnya sekedar syarat bukti pernah di Hanoi, meskipun kami sudah menanamkan dalam pikiran kami, perjalanan utama ke vietnam adalah ke Halong bay dan Hanoi adalah semacam bonus. Tetapi kami menyempatkan diri untuk her foto di Ho chi minh mausoleum.
DSC_2463

 

Hanoi, Vietnam

Advertisements

August 26, 2013

Hari kelima : Hanoi

Filed under: Traveling — Tags: , , — Gugus Syuhada @ 7:35 pm

Bangun pagi-pagi untuk mengejar pesawat pagi ke Hanoi. Pukul 4.45 kami sudah di dalam taksi menuju bandara Don Muang Bangkok. Bandara khusus low cost carrier seperti airasia dan kawan-kawan. Situasi di bandara sepagi ini, sudah ramai sekali. Untung kami sudah web check in, sehingga tinggal antri untuk cetak boarding pass dan menaruh bagasi. Selepas itu kami, menukar uang Baht kami yang masih sisa menjadi Vietnam Dong. Meskipun kurs tukar di bangkok ini parah banget, kami tetap menukarkanmya karena kami butuh Dong dan tidak butuh lagi Baht. Rasanya cukup aman membawa Dong, meskipun kami dapat info kalau dollar amerika pun bisa digunakan untuk transaksi di Hanoi. Selesai itu kami bergegas ke arah konter imigrasi. Awalnya kami antri di konter yang bertuliskan ASEAN lane, karena tidak banyak antriannya. Etapi pas sudah sampai, ditolak dan dikasih tahu kalau konter tersebut khusus pemegang paspor Thai. Yakwis, kami pindah antrian ke salah satu konter yang bertuliskan ‘foreign passport’. Selesai urusan imigrasi, kami segera ke ruang tunggu, dimana para penumpang pun sudah mulai memasuki pesawat. Inilah enaknya pesawat pagi, jarang delay. Good morning Vietnam. Akhirnya kami tiba di negaranya paman Ho Chi Minh. Kesan pertama yang timbul begitu berbeda dengan Bangkok saat kami tiba di bandara Noi Bai. Di sini meskipun banyak juga turis bule, tapi tidak seramai bandara di Bangkok. Setelah mendapatkan cap ijin boleh masuk Vietnam selama 30 hari di paspor, kami segera mengambil bagasi yang tidak terlalu jauh dari konter imigrasi. Sebelum menuju ke tempat antrian taksi, kami menukarkan 100 dollar ke Dong. Kursnya lebih baik dibandingkan Bangkok. Untung saja, kami tidak menukarkan 100 dollar kami di Bangkok. Mengikuti petunjuk dari agen perjalanan tur Halong Bay biaya taksi dari bandara ke hanoi sekitar 17 dollar, tidak termasuk tips yang berkisar 1-2 dollar. Kami segera mencari rekomendasi dari buku nama taksi yang terpercaya, mirip rekomendasi perusahaan/keluarga ke orang yang baru pertama kali ke Jakarta agar naik blue bird saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Perjalanan dari bandara ke Old Quarter, tempat dimana hotel kami berada menempuh jarak 32 km. Untung saja, padahal di dalam taksi yang kami tumpangi, ada stiker di setiap pintu kalau di bawah 33 km dari bandara ke hanoi tarifnya adalah 350000 dong. Di atas 33 km, biayanya sesuai meter ditambah jarak sisa yang bertarif 10000 dong/km. Sesampai di hotel, karena kepagian, kami belum diperbolehkan untuk check in. Untuk itu kami hanya konfirmasi kamar dan paket tour Halong Bay, kemudian meletakkan koper dan pergi keliling di daerah sekitar hotel. Lucu juga. Orang-orang sini banyak sekali yang menggunakan sepeda motor, bahkan honda bebek yang umum kami lihat pada saat SD, masih sangat umum digunakan baik oleh orang tua maupun anak-anak muda. Helm yang lazim digunakan pun, hanya seperti topi orang berkuda atau yang digunakan atlet polo. Beberapa model helm dimodifikasi sehingga terdapat lubang berbentuk U di bagian belajang untuk wanita berambut panjang yang dikuncir. Berada di jalanan Hanoi membutuhkan kewaspadaan yang tinggi karena seperti halnya di negara kita, sepeda motor bisa seenaknya memilih jalur. Melawan arus, naik ke trotoar, menekan klakson sesering mungkin meskipun ada orang yang menyebrang di zebra cross dan lain sebagainya. Harus ekstra hati-hati. Selesai dari sarapan pho di warung dekat hotel seharga 25 ribu dong per mangkok, kami berjalan-jalan melihat toko-toko yang menjual kaos-kaos dan barang-barang khas Vietnam. Saya ingin mencari kaos merah dengan bintang kuning di tengah sesuai dengan bendera vietnam. Tidak sampai satu jam kami pun berjalan kembali menuju hotel, untuk beristirahat karena kurang tidur di Bangkok dan masih lelah setelah terbang. Tidak lama setelah masuk kamar kami berdua langsung tertidur hingga sore hari dan terbangun karena kelaparan.

Kangen makanan yang familiar di lidah, steak dan lasagna pun menjadi pilihan, bukan kebarat-baratan tapi di sini tidak ada yang jualan sate, nasi padang atau nasi pecel. Posisi hotel yang memang daerah turis, memudahkan kami untuk menjangkau daerah-daerah yang wajib dikunjungi. Tetapi hujan turun dengan deras di Danau Hua Kiem, Katedral, dan Ho Chi Minh mausolleum yang membuat kami batal ke one pillar pagoda, Hoa Lo prison dan literature temple meskipun lokasinya tidak jauh dari Ho Chi Minh Mausolleum. Untung saja kami sudah membeli tiket water puppet untuk show jam 20.00. Sehingga kami bisa kembali ke theater dan menunggu di sana sambil nongkrong makan lumpia segar khas vietnam. Nongkrong di sini, berarti duduk di dingklik atau jejodok. Entah kenapa orang sini, tempat-tempat jajannya tidak menyediakan tempat duduk normal atau lesehan saja sekalian. Gambar di bawah adalah salah satu contoh tempat nongkrong yang dimaksud. 20130826-233503.jpg Pukul 19.30 kami berjalan menuju ke Teater Thanglong untuk bersiap-siap menonton pertunjukan wajib tonton jika ke Hanoi. Show dimulai pukul 20.00 kami mendapat tempat duduk di tengah. Meskipun agak susah mengambil gambar atau video, tapi kami bisa menikmati pertunjukan selama kurang lebih 50 menit tersebut. Lucu dan sangat kreatif. Pertunjukan ini menceritakan mulai dari legenda asal-usul orang vietnam, tradisi-tradisi yang dilakukan, barang-barang ikonik vietnam, kesenian tradisional dan beberapa suku yang membentuk bangsa Vietnam. Di bawah ini, salah satu foto scene pertunjukan yang sangat membekas di ingatan. Tari Champa yang dipengaruhi tari India. 20130826-234503.jpg Hanoi, Vietnam

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: