Gugus Syuhada

August 24, 2013

Hari kedua : Bangkok

Filed under: Traveling — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 6:35 am

Di hari kedua ini, kami berencana untuk melakukan perjalanan menyusuri Sungai yang membelah jantung kota Bangkok, Chao Praya. Dengan menggunakan kereta, kami menuju stasiun BTS-skytrain. Ada dua tipe metro di Bangkok, BTS yaitu kereta yang berada di atas jalan dan MRT subway di bawah tanah. Meskipun keduanya menggunakan teknologi yang sama, tapi tidak ada rel yang berhubungan. Kami membeli tiket MRT buat tiga hari langsung (3 Days Pass) seharga 230 Baht per tiket. Ya sekitar 90ribu rupiah. Mengagumkan memang Bangkok, saya dulu berpikir kalau hanya Singapura saja yang memiliki sistem transportasi umum yang bagus di Asia Tenggara, ternyata Bangkok jg tidak kalah bagus. Stasiun-stasiun Metronya bersih-bersih, kereta-keretanya tepat waktu, dan para penumpangnya relatif tertib. Meskipun sayang ada beberapa koneksi antar MRT dan BTS yang mengharuskan kami keluar stasiun dan berjalan melewati trotoar di pinggir jalan yang berlubang-lubang dan tidak jarang dipenuhi pedagang kaki lima yang herannya banyak banget yang jualan sate babi yang berbentuk “menyeramkan” dan berbau memabukkan, sate cumi, bakso tusuk, phad Thai, DVD porno dan lain-lain. Setelah tiba di stasiun BTS tujuan, kamipun segera mencari konter tiket yang menjual water bus yang akan membawa kami menuju phier/dermaga terdekat ke Wat Po, kuil tempat patung Budha berbaring/reclining Budha, Grand Palace dan Wat Arun (yang sayang kami hanya berfoto dari jauh). Seperti apa bentuk-bentuk biarlah foto saja yang berbicara :

Pada saat di Grand Palace kami ditawari untuk membeli tiketbsendratari Thai Mask Dance Hanuman seharga 800 baht, cukup mahal tapi penjualnya bilang bahwa drama ini sangat bagus, bahkan lebih bagus dari yang ada di Bali (Tari kecak kah maksudnya) hmmmm, kita buktikan saja nanti. Berdasarkan buku panduan yang kami punya, Jembatan Rama 8 juga cukup bagus dilihat,kamipun tertarik menuju ke sana menggunakan Taxi Tuk-Tuk. Setelah tawar menawar kamipun sepakat di harga 80 Baht untuk perjalanan sekitar 10 Menit. Dan ternyata jeng jeng Royal Bridge Rama 8 itu ternyata jembatan yang mirip seperti jembatan Pasopati di Bandung atau Suramadu yang melintas di atas Chao Praya.

20130904-123313.jpg

Royal Bridge Rama 8

Bagusnya jembatan ini punya akses buat pejalan kaki di kiri dan kanan ruas jalan, jadi buat orang-orang narsis seperti kami dengan mudah tersalurkan nafsunya dengan tidak berhenti di jalan dan mengganggu pengguna kendaraan bermotor  yang melintas. Kami ke sana karena selain mengikuti panduan juga, ingin menghabiskan waktu sembari menunggu Thai Mask Dance di Royal Theatre pukul 19.30. Saat waktu menunjukkan pukul 17.00 kami pergi ke arah Grand Palace menggunakan Tuk Tuk karena kondisi hujan dan kami cukup lelah. Di tengah jalan kami lapar dan berhenti di area para backpacker sering menginap dan memesan wontoon noodle yang lumayan untuk menghangatkan perut sembari menunggu hujan reda. Setelah kenyang dan hujan tinggal rintik-rintik kami pun berjalan ke arah Grand Palace, sayang tak lama kemudian hujan lebat turun lagi dan kamipun berteduh di halte bus. Untung kami punya nama dan alamat Royal Theatre yang ditulis dengan huruf Thai. Saya iseng siapa tahu bisa pakai bus. Eh beruntung ada satu bus bernomor 82 yang tidak jelek-jelek amat meskipun sudah tua dan setengah jendelanya tidak ada, melewati jalur ke arah sana dan “no money” kata bapak berpakaian seperti petugas DAMRI/dishub di Indonesia, atasan biru muda, bawahan biru tua yang saya tanyai. Kamipun berlari menuju bus itu. Waktu masuk saya menunjukkan alamat ke pak sopir, dia bilang tanya tuh bapak yang duduk dekat pintu dia bisa membantu. Dan si bapak bilang aman tuh, nanti saya tunjukkin dimana turunnya. *kira-kira begitu terjemahan bebas antara bahasa inggris medok Jawa vs bahasa Thai fasih logat bangkok. Setelah lima menit ngetem, bus mulai bergerak dan kami bisa menikmati macetnya kota bangkok, hitung-hitung seperti open bus tour gratis. Asik. Dan benar kami pun keliling-keliling bermacet-macet di Bangkok selama sekitar setengah jam sebelum akhir si bapak di belakang menunjukkan di mana kami harus berhenti. Ternyata kami harus berhenti halte bus terdekat dan tidak bisa berhenti seenaknya. Di papan penunjuk jalan jarak Royal Theatre sekitar 200 meter dari halte, tidak jauh. Karena masih ada waktu satu jam, kami makan dulu di McD. Hahaha iya, karena di sekitaran situ tidak ada penjual makanan. Selesai makan kami berjalan ke Royal Theatre, foto-foto di depan patung Hanuman di depan gerbang Theatre dan menunggu sekitar 15 menit sebelum akhirnya pintu Theater 3 telah dibuka, para penonton yang telah memiliki karcis mohon memasuki eh… Tidak sia-sia ternyata tiket seharga 800 Baht itu. Pertunjukannya sangat keren. Mirip pertunjukan 4D. Latar panggungnya berubah-ubah menggunakan seting sebenarnya, ada pohon, karang, tembok, kadang seperti layar bioskop, tata lampu hebat, tariannya cakep banget, dan musiknya pun membuat semuanya makin spektakuler.

Bangkok, Thailand

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: