Gugus Syuhada

May 1, 2015

Cara membuat e-paspor

Filed under: Uncategorized — Gugus Syuhada @ 8:45 pm

Berhubung masa berlaku paspor sudah mau habis Juli ini, paspor harus diperbarui. Kata petugasnya sih ga ada istilah perpanjangan. Bener juga sih karena nomor paspor-nya bakal beda dengan yang lama. Rencana awal mau bikin paspor biasa aja, tapi waktu Maret kemarin mertua akan berangkat ke Jepang bilang kalau paspor Indonesia bisa bebas visa tapi jenis e-paspor. Jadi boleh juga, siapa tahu ada rejeki bisa berangkat ke Jepang. Selain itu kelebihannya bisa lewat di autogate tanpa harus antri di loket imigrasi di banyak bandara Indonesia dan beberapa negara luar seperti Australia (baca di sini) karena dilengkapi dengan chip mikrotik di cover depan yang memuat data biometri kita.

Di sini saya mau bagikan proses pembuatan e-paspor yang saya lakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan di warung buncit. Awalnya e-paspor bisa melakukan pendaftaran online, namun per 1 Februari 2015 hanya bisa dilakukan melalui pendaftaran walk-in di beberapa kantor imigrasi, salah satunya Jakarta Selatan.

img005

Brosur tata cara pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

 

1. Lengkapi persyaratan yang disebut di sini. Ingat semua dokumen harus menuliskan nama dan alamat anda dengan sama. Buat fotocopy-nya di kertas A4 termasuk KTP (untuk keperluan scan data) dan pada hari-H pendaftaran bawa dokumen aslinya.

2. Pada hari-H pendaftaran, khusus di Jakarta Selatan yang merupakan tempat favorit pembuatan paspor. Pastikan anda tiba di lokasi di bawah pukul 6 pagi. Karena untuk metode walk-in (datang langsung) menggunakan sistem antrian, jika anda bukan prioritas (lansia, disabilitas, ibu-ibu hamil/dengan anak bayi), antrian hanya dibagikan untuk 100 orang pertama saja dan nomor antrian dibagikan pukul 7.30. Jika anda tiba di atas pukul 6, kemungkinannya anda dapat antrian di atas 50 yang biasanya mendapat giliran pelayanan selesai makan siang atau justru kehabisan nomor antrian. Memang gigih sekali orang-orang khususnya orang-orang yang akan bikin paspor untuk keperluan umrah atau naik haji.

3. Setelah mendapat nomor antrian, isi formulir yang diberikan (gratis) sembari mendengarkan penjelasan dari pihak kantor imigrasi. Tunggu hingga anda dipanggil untuk masuk ke dalam ruangan layanan paspor untuk dilakukan proses input data, foto dan wawancara serta memilih metode pembayaran. Prosesnya sekitar 5-10 menit tergantung kecocokan dan kelengkapan data anda. Sekarang sudah one-stop service sehingga tidak perlu pindah ke meja lain dalam jangka waktu 3 hari seperti 5 tahun lalu saya perpanjang paspor.

4. Pada saat akan memilih metode pembayaran anda akan diberikan  beberapa pilihan (tidak ada pilihan pembayaran secara cash di kantor imigrasi) :

  • membayar melalui bank persepsi (BNI 46)
  • membayar melalui atm bank persepsi (BNI 46)
  • melalui debit/kredit kecuali bank BCA (pada saat itu, petugas bilang mesin EDC-nya sering macet jadi disarankan untuk membayar ke bank)

5. Setelah proses pembayaran sebesar 660 ribu (600 ribu untuk pembuatan e-paspor 48hal, 55 ribu untuk biaya biometrik dan 5 ribu untuk biaya administrasi bank) anda akan mendapat tanda terima permohonan paspor sebanyak 3 lembar. Untuk biaya pembuatan jenis paspor lainnya bisa dilihat di brosur di atas.

6. Paspor akan siap untuk diambil dalam jangka waktu (harusnya) 3 hari (lembar permohonan paspor saya dari 3 hari dicoret jadi 5 hari kerja).  Pengambilan paspor dilayani setiap hari kerja setelah pukul 10 pagi dengan mengambil nomor antrian terlebih dahulu. Tapi prosesnya sangat cepat, setiap nomor hanya sekitar 2-5 menit saja. Jadi kalaupun datang agak siang tidak masalah.

Ini penampakan paspor kita yang baru. Warnanya bukan hijau tua lagi tapi hijau teal dan covernya lebih tebal, untuk e-paspor ada simbol chip-nya.

 

 

Serpong, Tangerang

October 10, 2013

Apa yang dibutuhkan untuk bekerja di industry migas

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — Gugus Syuhada @ 7:33 pm

“it’s your attitude not your aptitude to make altitude”

Zig Ziglar

Dua tahun lalu saya berjumpa dia sebagai sopir mobil antar jemput personel perusahaan downhole tester. Sekarang, secara kebetulan kami bertemu lagi di sebuah rig, ia menjadi salah satu personel di perusahaan downhole tester tersebut. Kemudian ada seorang dari Bangladesh yang dua tahun lalu bekerja sebagai room boy di guest house. Di rig yang sama saya berjumpa dia sebagai operator cementing. Ada juga seorang bapak yang kini tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Barat yang menjadi driller padahal dulunya adalah seorang sopir angkot. Beberapa orang yang saya jumpai di rig dengan berbagai macam posisi juga mengaku berlatar belakang jauh berbeda dari yang dikerjakan sekarang. Ada yang dulunya adalah anggota sekuriti, mantan tentara, pekerja tambang, buruh pabrik, sopir taksi, pelayan di restoran, dan tukang las. Beberapa kesamaan dari mereka adalah keberanian untuk merantau, pekerja keras dan mau belajar terutama bahasa (Inggris). Di dunia minyak yang sempit ini, bahasa Inggris paling banyak digunakan sebagai sarana komunikasi karena beragamnya latar belakang asal pekerjanya. Dan inilah yang membuat, menurut saya, pekerja asal India dan negara-negara pecahannya yang dulu pernah dijajah Inggris banyak berada di kawasan Timur Tengah. Pasti masih ada banyak faktor lain yang dibutuhkan dan banyak cerita-cerita sukses lainnya. Saya hanya mendapatkan sebagian saja yang bisa saya tuliskan di sini. Semoga bermanfaat kalau ada yang membutuhkan.

 

Halfaya, Iraq

October 10, 2012

Cycling cadence demi efisiensi energi bersepeda

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 10:34 pm

Pertama kali mendengar kata cadence (pada saat itu yang ada dalam pikiran saya, tulisannya adalah cadance) yaitu ketika saya mengeluh kepada mas saya tentang susahnya naik tanpa menuntun sepeda di tanjakan-tanjakan trek Jalur Pipa Gas (JPG). Dia menyarankan saya berlatih cadence, yaitu mengayuh sepeda secara cepat pada gear kecil (ringan dikayuh) selama menggunakan sepeda. Pertama kali dicoba rasanya susah sekali. Di jalan datar atau menurun, adakalanya kayuhan sepeda seperti mengawang tidak ada beban sehingga seperti tergelincir. Akhirnya saya menyerah, dan menaikkan gear sepeda ke besar (berat dikayuh). Dan saya melupakan saran dari mas saya tersebut, kembali ke cara lama saya bersepeda.

Dua minggu setelah itu, saya mendapatkan assignment ke offshore Qatar. Di rig Noble Jimmy Pucket, tempat kita melakukan well testing, terdapat gym yang memiliki sepeda statis. Hasrat bersepeda saya muncul dan saya teringat lagi saran dari mas saya. Dengan niatan meningkatkan kemampuan menaklukan tanjakan-tanjakan JPG, saya pun googling “latihan cadence, cycling cadence training, cadence dll”. Dari situ saya mulai mendapatkan teori dan gambaran yang lebih baik sehingga bisa berlatih cadence menggunakan sepeda statis tersebut.

Cadence adalah jumlah putaran penuh pedal yang dilakukan dalam satu menit (rotation per minute/rpm). Menurut studi, Lance Armstrong, juara Tour de France 6 kali menerapkan cadence tinggi di atas 100 rpm. Pertanyaannya adalah apa hubungannya? Apa keuntungan dari cadence tinggi?

Jadi begini , setiap kayuhan pedal otot kita akan berkontraksi dan berelaksasi. Di setiap kontraksi dan relaksasi otot membutuhkan energi. Tidak hanya itu, setiap kontraksi otot akan menghasil asam laktat yang jumlahnya tergantung seberapa besar kekuatan kontraksi tersebut. Dengan melakukan cadence yang berpengaruh pada kecepatan dan kekuatan kontraksi otot, jumlah asam laktat di dalam darah dan jumlah energi yang digunakan akan terpengaruh juga. Misalnya, kita sedang bersepeda menanjak dengan gigi besar (berat dikayuh). Kita mungkin hanya dapat cadence sekitar 70 rpm dan menghasilkan kecepatan sebesar 20km/jam karena kayuhannya berat. Selain itu, karena setiap tekanan pedal relatif lambat dan berat, kita membutuhkan banyak energi dan menghasilkan banyak sekali asam laktat – sebuah latihan yang bersifat anaerobik. Seperti halnya latihan angkat beban. Lengan kita akan mudah lelah meskipun hanya mengangkat sebuah beban yang berat beberapa kali saja. Hal ini dikarenakan asam laktat diproduksi dengan cepat. Karena dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membersihkannya dari dalam darah kita pun butuh waktu yang lama untuk pulih. Alternatifnya adalah kita harus meningkatkan kecepatan cadence dan mengayuh gear kecil. Hal ini akan lebih bersifat aerobik dibandingkan gear besar. Kembali ke contoh menanjak sebelumnya : sekarang kita mengecilkan gear sehingga dibutuhkan cadence yang lebih tinggi untuk mendapatkan kecepatan yang sama. Lalu dimana keuntungannya, kan kecepatanya tetap sama. Betul, tapi, kita menggunakan tenaga yang lebih sedikit setiap putaran sehingga asam laktat tidak terbentuk dan kita bisa menjaga kecepatan lebih lama dan pulih lebih cepat – latihan yang bersifat aerobik. Hal ini berprinsip sama dengan gear di mobil : kita akan menggunakan gigi 1 atau 2 pada saat menanjak untuk meningkatkan kecepatan engine.

Setelah mendapat teori yang cukup, mulailah saya berlatih untuk mendapatkan cadence sekitar 80-90 rpm. Yang penting napas saya kuat. Senyamannya saya saja. Tidak mudah ternyata, seringkali kaki tergelincir dan pedal kena ke tulang kering. Tapi seiring berjalannya waktu, saya semakin terbiasa dan waktu luang di rig bisa saya manfaatkan untuk hal-hal yang sehat. Tidak sabar rasanya, untuk menjajal hasil latihan di JPG.

 

Serpong, Tangerang Selatan

October 5, 2012

Senjata Buatan Indonesia Laris di Irak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 2:49 pm

Mengutip lagi berita tentang Irak di Vivanews bertanggal 27 Agustus 2012, ada berita baik buat Indonesia. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke Irak, Uganda, dan Kongo yang didampingi oleh Dirut Pindad, Adik  Avianto. Di Irak, delegasi Indonesia membawa persenjataan buatan Indonesia seperti kendaraan ringan lapis baja, Anoa, serta senapan SS-2. Dan hasilnya, Irak dan Uganda memesan persenjataan dari Indonesia. Tidak dirinci apa saja yang dipesan dan seberapa banyak tetapi disebutkan di berita itu delegasi militer Irak akan datang pada 5 Oktober 2012 untuk mengunjungi pabrik senjata Indonesia. Entah kebetulan apa tidak, tanggal tersebut juga merupakan hari ulang tahun TNI yang ke-67 (hari ini). Pesan yang banyak ya habibi, buat jaga-jaga saja jangan buat perang. 🙂

Seandainya saja senjata-senjata buatan Indonesia sudah dibeli Irak pada saat saya mengambil foto ini, ada kemungkinan yang saya pegang adalah SS-2 dan bukan AK-47.

Sumber : viva.co.id

Serpong, Tangerang Selatan

October 4, 2012

Irak Aman 120 Persen bagi Wisatawan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 10:36 am

Saya mengutip judul di atas dari situs berita vivanews, bertanggal 12 November 2011. Judul ini sebenarnya juga merupakan kutipan pernyataan kepala eksekutif biro pariwisata Irak, Fadhil Al-Saaegh kepada harian Inggris Daily Mail. Pernyataan lengkap Fadhil adalah : “Irak 120 persen aman, dan kami jamin para wisatawan akan tersenyum puas ketika mengunjungi negara ini.” Fadhil menambahkan kebanyakan wisatawan asing tidak perlu lagi takut diculik dan dibunuh, karena Irak sudah jauh lebih baik. Situs arkeologi yang jumlahnya sekitar 12.000 dan lebih dari 6000 yang tengah diteliti akan memukau para wisatawan.

Pernyataan Fadhil ini menarik perhatian saya. Yang pertama tentu saja masalah Iraq menjadi tempat tujuan wisatanya. Tak dapat disangkal bahwa Iraq, dikenal dengan nama Mesopotamia pada jaman dulu, merupakan tempat bagi peradaban tertua dengan sejarah kebudayaan berumur lebih dari 10000 tahun. Kerajaan-kerajaan Sumeria, Akadia, Babilonia, Asyur, Persia, Kekalifahan Arab, hingga Mongol, Turki dan Inggris Raya pernah memimpin negara ini. Sehingga benar bila Fadhil mengatakan terdapat ribuan situs arkeologi di Iraq. Namun sayangnya negara ini seringkali dilanda perang baik invasi dari luar maupun perang saudara. Jika tidak tentu kita masih bisa melihat taman gantung babilonia seperti gambar di bawah ini yang saya ambil dari wikipedia, atau menara babel, Ishtar gate, dan lain-lain.

File:Hanging Gardens of Babylon.jpg

Yang kedua adalah penyebutan 120 persen  untuk menunjukkan keyakinan yang mutlak agar orang yang mendengar benar-benar percaya apa yang dikatakannya, meskipun terdengar berlebihan. Hal ini seringkali saya alami ketika berinteraksi dengan orang-orang Iraq. Mereka bisa dengan sangat percaya diri mengatakan akan menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya butuh waktu tiga jam, akan diselesaikan hanya satu jam atau berkata akan datang dalam waktu 10 menit padahal baru satu jam kemudian muncul. Sehingga seringkali saya bercanda dengan bertanya: “10 menit Iraq atau 10 menit normal?” jika rekan kerja berkata 10 menit pada saat menjanjikan sesuatu. Mungkin sikap kepercayaan diri yang berlebihan inilah yang membuat mereka memiliki peradaban tinggi di masa lalu. Dan juga merusaknya dengan peperangan ??

sumber berita : http://dunia.news.viva.co.id/

 

Serpong, Tangerang Selatan

August 7, 2012

Blog tentang bebas visa dan Visa on Arrival

Filed under: Uncategorized — Gugus Syuhada @ 1:57 am

Ini ada penulis blog bagus yang menulis tentang pengalamannya berjalan-jalan ke berbagai negara, terutama negara-negara konflik. Salah satu postingannya adalah tentang bebas visa dan visa on arrival bagi pemegang paspor Indonesia. Ada 11 negara yang memberikan bebas visa yaitu : Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Peru, Chili, Macao, Hongkong, Maroko, Brunei Darussalam, dan Vietnam.

Selain itu ada 5 negara lain yang memberikan bebas visa, juga ada negara-negara pemberi visa on arrival. Lebih lengkapnya bisa baca langsung link blog tersebut : http://ginting.wordpress.com/2008/08/29/bebas-visa-dan-visa-on-arrival-untuk-pemegang-paspor-indonesia/

July 14, 2012

Qatar, setelah 6 tahun

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 8:25 pm

Kemarin saya tiba di Doha, Qatar setelah 6 tahun yang lalu pertama kali di loan out. Apakah Doha berubah? Tentu saja, dulu saya berada di sini pada saat perhelatan Asian Games 2006 dilaksanakan. Seingat saya banyak sekali bangunan sedang dalam proses pengerjaan, sekarang sudah sedikit. Dulu banyak sekali lahan kosong, sekarang sudah diisi bangunan atau taman dan trotoar yang lebar-lebar.

Dari Airport saya dijemput dan diantar ke hotel. Dalam perjalanan, mobil menyusuri Al Corniche. Indah sekali. Jika penasaran seperti apa, silakan googling saja. Maklum, kebetulan saja saya belum sempat ambil fotonya. Setengah jam perjalanan akhirnya saya tiba di Ezdan Hotel. Dan seperti inilah kira-kira pemandangan dari jendela kamar saya yang terletak di lantai 9 :

Image

Doha, Qatar

May 16, 2012

You forget You F*cked up

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 7:12 am

Sama halnya dengan postingan di bawah. Ini sebenarnya postingan lama bertanggal 13 Maret 2007 di blog iseng-iseng saya.

Dalam dunia per-Testing-an, ada suatu semboyan yang menurut saya sangat mengena dan pas. Bukannya Nobody’s gets hurts seperti punya Rasgas atau Safety first seperti hampir semua perusahaan punya semboyan tapi You forget You f**ked up. Di testing dari semua equipment yang dipunya hampir semua punya valve, dan semuanya penting. Salah satu lupa buka atau tutup bakalan f**ked up. Gak ada yang enggak penting. Waktu operasi valve juga begitu, harus buka satu dulu baru tutup yang lainnya. Kalo lupa, lagi f**ked up. Selain valve juga ada pernak-pernik lain yang mesti diinget, chart di foxboro diganti setiap hari di jam yang sama. Setelah valve ada propane, angin dari kompresor, line up ke burner ketika mau flowing, kalo lupa f**ked up. Belum lagi masalah safety meeting, work permit, pressure rating, color code, data yang harus diambil, parameter well sudah clean atau belum, bahkan putaran sebuah valve pun harus ingat, oya setelah menghitung putaran tersebut harus diputar balik seperempat putaran. Buanyak banget. Gak susah, tapi banyak dan harus ingat semua. Kalo lupa, f**ked up. Jadi pesen dari seorang teman dari Syiria saya cantumkan untuk menutup blog ini : “If You wannabe a well tester just be a good reminder person, because if You forget You f**ked up.

 

Teluk Persia, Perairan Qatar

March 23, 2011

10 things a well tester must have

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — Gugus Syuhada @ 5:54 am

1. Digital watch
G-shock is a number one option for a well tester. Because of the design and complete function.

2. Portable hard drive
Two days standby waiting for RIH DST? Don’t worry, 1 TB hard drive with more than half of it are movies, two days is just like a breathe.

3. Oakley sun glasses
Want to look like young and stylish? Wearing a sun glasses is a good idea, what else the most suitable brand for this rather than Oakley.

4. Apple
Yes Apple. It doesn’t matter if that is an iPod or iPhone or Macbook or iPad. As long as there is a bitten apple logo behind the product.

5. H2S training certificate
Always expose to hydrocarbon gas which sometimes contain of H2S make the knowledge of how danger this gas is critical.

6. Sim cards
CardS! One is not enough if we want to quiet days off without calling from the boss.

7. Headphone with mic
Jobs make us away from family. It makes skype is favourite software to help to keep in touch with them.

8. Hotel member card or airlines frequent flyer
Missing a place that can be called as a home. Because travelling is just like part of life not only the job.

9. Vaccination book
Healthy and free from diseases are important to run the job in any condition. From the warmth of Saudi dessert to the freezing of Caspian Sea, from middle of Angola jungle to Deep Sea.

10. Swiss Army knife
It’s optional. But who will know when are you need a scissor to cut rope to tight pipes?

All the things mentioned above are subjective opinion from the writer based on the experience observed all the well tester the writer know. At least each well tester have three things from the list.

 

Khafji, Arab Saudi

April 15, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — Gugus Syuhada @ 4:24 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: