Gugus Syuhada

August 30, 2013

Hari kesembilan : Kuala Lumpur

Filed under: Traveling — Tags: , , , , — Gugus Syuhada @ 6:14 pm

Saatnya pindah negara. Herannya, kami baru sadar kami selalu pindah negara menggunakan pesawat pagi. Huaam, ngantuk. Untung hotel yang kami tinggali di Hanoi cukup baik. Mereka menawarkan kalau kami sudah bisa sarapan mulai dari pukul 6.10 padahal normalnya sarapan baru siap pukul 6.30. Mereka juga telah memesankan taksi untuk mengantarkan kami ke bandara. Menu sarapannya enak juga, nasi goreng vietnam, pao, roti, sereal dan buah-buahan tropis. Pukul 6.30 kamipun berangkat ke Noi Bai Airport. Setiba di airport kami sempat salah konter karena tidak diturunkan di terminal buat airasia. Sehingga kami harus mencarinya sendiri. Untung saja bandaranya tidak terlalu besar dan penumpangnya tidak terlalu banyak. Dan yang paling menyenangkan pesawat berangkat tepat waktu. Sehingga 3,5 jam perjalanan bisa mulai dihitung mundur. Selamat tinggal Hanoi, selamat datang Kuala Lumpur.
Di KL, kami mendarat di LCCT atau Low Cost Carrier Terminal. Gerimis menyambut kedatangan kami pada saat turun dari pesawat dan berjalan menyusuri koridor menuju gate kedatangan internasional untuk antri di imigrasi. Tak lama kemudian kami memdapat cap, diizinkan tinggal selama 30 hari dan tidak bekerja. Selepas mengambil bagasi kami bertanya ke informasi, bagaimana cara menuju KL Sentral. Mereka menjelaskan kami bisa membeli tiket bus plus kereta yang berhenti di stasiun KL Sentral. Dengan berbekal petunjuk tersebut kami mendapatkan konter bus yang dimaksud. Setengah jam di dalam bus akhirnya berlalu hingga kami tiba di stasiun KL sentral. Stasiun utama ini sangat ramai, karena dari namanya saja sentral sehingga hampir semua jalur kereta melalui stasiun ini. Baik itu monorail atau KTM/Metro. Kami mengikuti papan penunjuk ke arah monorail atau Brickfields. Ternyata di luar hujan sangat deras dan kami belum tahu pasti lokasi hotel. Dari peta dan alamat di Agoda.com lokasi hotel sentral hanya seraatus meter dari stasiun monorail sentral. Jadi kami harus berjalan mengikuti papan petunjuk ke arah stasiun monorail. Untunglah ada koridor yang beratap sehingga kami tidak basah kehujanan. Tiba di stasiun monorel kami tanya pakcik security yang menunjukkan arah di mana letak hotel sentral. Benar saja lokasinya sangat-sangat dekat.
Sampai di hotel ternyata kamar kami belum disiapkan. Padahal sudah pukul 14.30 dan waktu check in adalah pukul 14.00, kami disuruh menunggu sekitar setengah jam. Setelah setengah jam, kami belum juga dipanggil. Sayapun mendatangi resepsionis, ternyata dia lupa kalau kamarnya sudah disiapkan. Tapi tempat tidurnya dua single bed, saya menolak dengan alasan kami pesan satu double bed. Kemudian meminta kami menunggu lagi sekitar 10 menit. Setelah lima belas menit, kami pun dihampiri dan dijelaskan kalau kami mendapat free upgrade kamar yang lebih besar karena kamar standard double bed sudah penuh. Hore, blessing in disguise. Buru-buru kami masuk kamar, mandi dan beristirahat.
Malamnya kami pergi ke kampung baru menggunakan monorail, jadi ingat Jakarta semoga Pak Jokowi dan Koh Ahok bisa segera mewujudkan hal yang sama. Kampung Baru menurut buku petunjuk merupakan daerah yang memiliki banyak tempat makan. Tetapi kami curiga karena di stasiun Medan Tuanku, stasiun terdekat ke kampung baru, tidak banyak yang turun. Dan benar saja dugaan kami, di area papan petunjuk arah kampung baru memang banyak tempat makan seperti pujasera, hanya saja lebih banyak yang tutup dibandingkan yang buka. Kami pun kembali ke arah stasiun dan memutuskan mencari makan di Bukit Bintang. Pada saat turun di stasiun Bukit Bintang, kami menemukan ada pintu menuju Sungei Wang Plaza. Dimana Si Ay bisa menemukan toko tas dan sepatu merek asli Malaysia, Vincci. Kami pun pusing-pusing mencari outlet Vincci di dalam plaza, karena tak kunjung menemukannya kami menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh coklat, piring dan miniatur Twin Tower. Setelah beberapa kali naik turun eskalator dengan panduan peta akhirnya kami menemukan Vincci. Benar saja ramai sekali toko ini. Selain sedang ada diskon,mungkin ini merek favorit juga di sini. Si Ay membeli dompet untuk ganti dompet lamanya yang sudah rusak yang kebetulan bermerek sama, hadiah dari mamanya yang pernah ke KL. Selesai belanja kami pergi cari makan, sebenarnya ingin makan nasi lemak tapi kita belum tahu lokkai tempat makan nasi lemak yang enak. Saat kami lihat peta plaza ada tempat makan ayam penyet Ria, dan di situlah kami makan malam. Masakan asli Indonesia di Malaysia.
Pada saat pulang ke hotel, di jalanan depan hotel terdapat keramaian dan tiba-tiba setelah bunyi petasan yang cukup keras terdapat kembang api yang cukup besar dan lama. Dilanjutkan arak-arakan dan karnaval berbagai barongsai dan naga. Terus orang-orang bermake up seram yang mulutnya ditusuk-tusuk dengan berbagai benda tajam, ada tombak, pisau, peniti, jarum, anting-anting dan lain-lain. Arakan-arakan terus berlangsung dan kami masih tidak mengerti sebenarnya ada acara apa. Setengah jam berdiri menonton kami pun kembali ke hotel meninggalkan arak-arakan yang masih berlangsung. Karena penasaran, kami pun bertanya ke resepsionis ada perayaan apa. Dia menjawab itu adalah ghost festival. Dirayakan setiah hari ke-14 bulan ketujuh kalender china yang biasanya jatuh di bulan Agustus. Berikut beberapa fotonya.

Kuala Lumpur, Malaysia

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

memuji boleh komen silakan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: