Dengan bekerja jauh dari rumah dan keluarga, baik istri maupun orang tua. Saya tentu saja bisa galau. Bayangkan saja, berpisah minimal enam minggu dengan komunikasi yang terbatas email, chatting via yahoo messenger, sms, ataupun skype. Beruntung sekarang ada bbm sehingga lebih mudah, murah dan tidak tergantung koneksi internet. Saya tidak bisa melihat sehari-hari wajah istri saya, ngelus-elus rambutnya yang besar, pegangan tangan kalau lagi jalan (yang ada cuma pegangan handle choke manifold atau hammer), atau sekedar cium pipinya ketika bangun pagi hari (duuuh, nyesek sendiri nulis gini). Tetapi sudahlah saya musti move on. Saya musti bisa menghilangkan kegalauan hati ini dengan berbagai cara. Berikut ini adalah cara-caranya :
1. Nonton film
Tidak seperti jika berada di kota yang bisa dengan mudahnya pergi ke bioskop, pilih film terbaru yang cocok dengan selera, beli tiketnya, tunggu waktu main dan duduk nonton. Di rig, yang bisa saya lakukan adalah nonton film di laptop pembagian kantor yang tentu saja sudah dilengkapi berbagai macam software movie player beserta codec-nya. Filmnya bisa berasal dari koleksi yang ada di hard disc portabel (lihat post saya sebelumnya tentang 10 things a well tester must have) yang cukup banyak karena sering tukar-tukaran koleksi dengan well tester lainnya atau teman-teman yang dijumpai di rig. Bisa juga berasal dari DVD film bajakan yang dibeli di glodok. Kalau mau murah bisa beli langsung seratus biji dengan harga 2500 perak saja, dengan satu syarat tidak bisa dicoba. Yaiyalah, mau berapa jam nyobanya? Dari banyaknya koleksi yang dipunya, saya berusaha menghindari film-film romantis (U know why) dan berusaha menonton film-film aksi atau dokumenter sekalian. Dan saya paling suka menonton film seri, karena pembunuh waktu yang efektif, saking efektifnya bisa merusak jam tidur dan musti dihindari jika sedang rig up atau rig down.
2. Baca buku / novel
Saya seringkali menghabiskan baca satu buku utuh jika berada di rig daripada di rumah pada saat off. Contohnya saya menghabiskan Nagabumi 1 dan 2 di Iran, semua buku Malcolm Gladwell yang diterbitkan Gramedia, Biografi Steve Jobs, History of the Arabs, Anak Desa (Biografi pak Harto), dan lain-lain. Kok ga ada buku tentang well testing ? Yaah, lagi galau masa disuruh belajar.
3. Ngobrol dengan teman-teman dari perusahaan lain
Jika beruntung, biasanya bisa bertemu dengan orang dari Indonesia atau serumpun, Malaysia. Jadi bisa berasa di negeri sendiri dan ga perlu mikir sebelum ngomong pakai bahasa inggris. Obrolannya bisa ngalor ngidul, mulai dari kerjaan, pengalaman-pengalaman kerja yang kadang-kadang lucu, membanggakan, menyeramkan atau sedih, tentang politik, usaha yang dimiliki, dan keluarga. Kalau sudah ngomong tentang keluarga saya bisa jadi ingat rumah dan istri, dan terpaksa saya mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik-topik lain. Kalau tidak berhasil, sudah saatnya mengeluarkan alasan klasik dengan cara pura-pura menguap dan bilang sudah mengantuk. Lagi-lagi, orang sudah galau kok diingetin tentang keluarga. Move on dong.
4. Bersih-bersih kontainer atau area testing
Meski ini jarang dilakukan, tapi cukup efektif juga menghilangkan rasa galau di hati. Selain itu bikin tempat kerja jadi rapi dan bersih.
5. Main game
Karena tidak terlalu suka game berat, maksimal need for speed, biasanya cukup game-game ringan seperti Zuma revenge, bounce,feeding frenzy, pizza frenzy dan sejenisnya. Yah maklum udah tua, game-nya game jadul. Atau juga bisa main catur meski harus cari lawan main terlebih dahulu. Kalau dulu sih, bisa maen gaple atau remi karena semuanya suka main kartu.
Kelima cara di atas adalah yang biasanya saya lakukan. Tetapi ada juga cara-cara lain yang saya dapat dari teman-teman yang lain, yaitu :
- Browsing internet. Bisa tentang hobi masing-masing misal mobil dan info-info seputarnya, situs jejaring sosial dulu friendster atau orkut tergantung asal negara, sekarang facebook dan twitter. Inipun kalau beruntung dapat koneksi internet. Saya ada teman, yang bisa hanya buka facebook dan bermain-main dengannya 10 jam terus-menerus.
- Foto-foto. Jika punya hobi fotografi dan kamera.
- Otak-atik excel atau macro-nya. Sangat-sangat positif. Wajar saja sekarang teman ini sudah jadi manajer.
- Merokok atau shisha.
- Memancing. Ada beberapa rig yang mengijinkan selama itu dilakukan pada jam-jam off shift. Biasanya hasil pancingan diserahkan tukang masak dan dihidangkan pada saat jam makan. Dan ikan yang benar-benar segar (hanya beberapa jam dari dipancing) ternyata sangat-sangat dahsyat rasanya saudara-saudara mau dimasak dengan cara apapun.
Sekianlah berbagai cara yang biasa saya dan teman-teman lakukan jika sedang galau tapi tidak bisa pulang dengan mudahnya. Sekarang pertanyaannya, apakah cara-cara di atas berhasil ? Ah, kayak yang tidak pernah galau saja.
Duhok, Iraq.
Like this:
Be the first to like this post.